Mie instan adalah
sumber karbohidrat yang bukan komplek. Bahannya terbuat dari terigu, tepung
yang diproses. Makin diproses, sumber karbohidrat jadi makin kurang sehat.
Selain itu, di dalam kemasan mie instanterdapat
terdapat bumbu dan minyak.
"Bumbu dan minyak ini yang bikin mie instanjadi
enak karena banyak garam, penyedap, dan lemak dari minyak,” ujar dr Fiastuti
Witjaksono, SpGK, dari departemen gizi fakultas kedokteran UI Jakarta.
Kebanyakan garam, penyedap, dan lemak ini tentunya merugikan
kesehatan. Terlalu banyak bumbu mie instandan
penyedap bisa membahayakan tekanan darah karena keduanya sama-sama sumber
natrium. Kebanyakan lemak bisa membahayakan kesehatan jantung.
Meski begitu, dr Fiastuti berpendapat agak salah kaprah jika
melarang mengonsumsi mie instan.
“Boleh-boleh saja makan mie instan,
asal ada syaratnya,” katanya pada Sehatnews.com.
Syarat pertama adalah mengurangi bumbu dan minyaknya. Bumbu
harus dikurangi agar asupan natrium yang berlebihan bisa dihindari. Minyak
bumbu mie instanpun harus dikurangi untuk mengurangi asupan lemak.
Apalagi jika mie instan itu
disiapkan untuk anak-anak. Anak tidak dianjurkan makan garam atau gula
berlebihan.
Jangan mengajari anak untuk menyantap makanan yang kebanyakan
garam dan penyedap. Sebab begitu anak tahu rasa enak dari makanan yang banyak
garam dan penyedap, dia tak mau lagi makanan yang kurang asin. Beda dengan
orang dewasa yang sudah punya nalar dan memilih makanan sehat.
"Sama halnya dengan rasa manis. Anak yang biasa minum manis
akan kesulitan minum susu tanpa gula. Maka mulailah memberi anak susu plain
atau tanpa rasa,” katanya.
Meskipun anak tidak boleh diberi diet rendah lemak, ia
menegaskan anak tidak boleh diberi lemak sebebas-bebasnya.
Dr Fiastuti berpesan agar anak tetap diberi lemak namun tetap
dipilihkan lemak tak jenuh tunggal dan ganda seperti yang terdapat pada alpukat
dan ikan.
Syarat kedua, harus ditambahkan zat gizi yang lain sehingga
memasok gizi yang komplit untuk tubuh.
“Mie instan jadi makin tak sehat jika dikonsumsi hanya mie saja.
Itu artinya, kita hanya mengasup karbohidrat saja. Apalagi jika mie instan dijadikan
lauk makan nasi. Ini makin tak sehat,” tegasnya.
Agar sehat, hendaknya mie instan disajikan
bersama dengan sayuran dan sumber protein sehingga tercapai komposisi ideal 60
persen karbohidrat, 15-20 persen protein, dan 30 persen lemak.
“Sumber protein paling mudah ditambahkan di mie instan
adalah telur. Sumber protein telur ini termasuk yang paling baik karena
mengandung asam amino yang paling lengkap,” kata dr Fiastuti.
(Dikutip dari Sripoku.com & Sehatnews.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar